![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|
|
|
SMP Ya BAKII 1 Kesugihan |
|
PADI, MAKIN BERI Update: 19 April 2008 - 03:13 am | Author: boled PADI, MAKIN BERISI MAKIN MERUNDUK Pukul lima sore di atas gedung restoran McDonald, Sarinah Thamrin, Jakarta, terlihat sebuah kesibukan ekstra. Tak lama kemudian terdengar alunan lagu menghentak dari kawasan tersebut, yang langsung menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Sore itu, kelompok musik Padi menggelar sebuah konser mini buat mempromosikan album mereka yang terbaru, Save My Soul. Beberapa jam sebelumnya mereka mengadakan jumpa pers untuk acara perilisan album terbarunya di Hard Rock Cafe. Acara tersebut juga digunakan oleh pihak Sony Music Indonesia untuk memberikan penghargaan kepada Padi. Pasalnya, album terbaru mereka itu sudah berhasil terjual sebanyak 500.000 kopi dalam waktu satu minggu sejak pertama kali dirilis. Ini sudah pasti sebuah catatan keberhasilan yang patut diacungi jempol! Band dengan nama unik ini memang belum lama berkibar di panggung musik tanah air. Resmi berdiri tanggal 7 April 1997, Padi dibentuk waktu para personelnya masih kuliah di Universitas Airlangga, Surabaya. Kelima mahasiswa tersebut adalah Piyu (pada gitar), Ari (juga pada gitar), Rindra (pegang bas), Yoyo (di posisi drumer) dan Fadli (yang mengisi vokal). Awalnya, seperti band kampus umumnya, mereka bermain dari satu acara ke acara kampus lainnya. Pada masa itu mereka sempat jalan bareng sama para personel kelompok musik Dewa, yang kebetulan juga kuliah di tempat yang sama. Ketika Dewa duluan ngetop dan mulai banyak tampil di panggung profesional, mereka juga ikut maju ke depan publik, biarpun terbatas sebagai band pembuka. Di sinilah kemudian mereka memberanikan diri membuat kaset demo dan mulai menjualnya ke beberapa perusahaan rekaman. Jalan menuju kesuksesan ternyata belum sepenuhnya terbuka. Mereka sempat mentok hanya gara-gara masalah nama. Bagi sebagian orang nama Padi buat sebuah band yang menggusung aliran pop rock dirasa kurang pas. Pendapat inilah yang membuat mereka sempat ditolak oleh beberapa perusahaan rekaman kondang, Aquarius dan RIS. Mereka beralasan kalau nama Padi identik dengan makanannya orang susah. Urusan nama memang tidak gampang. Sebelumnya, nama Soda sempat dipakai buat menamai band mereka, tapi tidak berumur panjang. Merasa kurang pas, mereka akhirnya menggantinya dengan Padi. Buat para kelima personelnya, nama Padi itu bermakna kesejahteraan, sangat 'membumi' dan punya sifat keteladanan yang bagus, semakin berisi semakin merunduk. Gagal di pintu pertama dan kedua, tidak membuat mereka putus asa. Pintu keberhasilan mulai terbuka waktu pihak Sony Music Indonesia tertarik dengan lagu demo mereka yang berjudul Sobat. Pihak Sony kemudian memasukkan lagu tersebut ke dalam album kompilasi Indie Ten, bareng dengan sembilan lagu dari grup baru lainnya. Mereka tidak kecewa bahkan merasa optimis.'Mungkin itu sudah jalan kita, harus ikut album kompilasi dulu,' ujar Yoyo. Setelah dirasa cukup sukses berkibar di radio, akhirnya pihak Sony setuju untuk merilis album pertama Padi yang berjudul Lain Dunia. Belum setahun beredar, album perdana mereka masuk ke dalam daftar album terlaris di Indonesia karena berhasil menembus angka 500.000 kopi penjualan. Ini tentu saja sebuah catatan manis mengingat Padi adalah sebuah band baru. Sekarang album tersebut sudah resmi terjual di atas 800 ribu kopi, belum terhitung versi bajakannya yang bisa mencapai dua kali lipat jumlahnya. Keberuntungan mereka terus bergulir. Album kedua, Sesuatu Yang Tertunda, juga mengalami kesuksesan. Minggu-minggu pertama dirilis, album tersebut sudah laku terjual 500 ribu kopi. Hingga saat ini, angka resmi penjualannya sudah mencapai 1,6 juta kopi. Keberhasilan Padi dalam menggaet hati pendengar musik di tanah air semakin terbukti dengan dinobatkannya mereka sebagai Best Indonesian Artist pada ajang internasional MTV Asian Award 2002. Prestasi ini memang bukan sembarangan karena mereka harus berhadapan dengan para nominator hebat lainnya, seperti Sheila on 7 yang albumnya terjual lebih banyak dan juga Dewa, yang merupakan 'para pendahulu' mereka. Tapi ternyata publik berbicara lain. Media asing dari ASEAN sampai CNN pun ikut bergiliran mewawancarai mereka. Maklum saja, selain di Indonesia ternyata lagu-lagu Padi juga beken di Singapura, Thailand dan Malaysia. 'Kami benar-benar bersyukur dengan penghargaan ini. Ternyata pengorbanan kami selama ini tidak sia-sia. Dulu tak pernah terpikir di benak kami untuk mendapatkan penghargaan,' ujar Piyu penuh semangat. Sedang mengenai resep manis lagu-lagu mereka, Padi mengaku mengedepankan lirik sebagai kekuatan utama kemudian musik menjadi pendukungnya. Ide lagu ternyata juga tidak aneh-aneh. Kebanyakan bersumber dari perasaan dan pengalaman pribadi mereka masing-masing, seperti sakit hati, kecewa dan jiwa yang kering. Pengalaman pahit hidup ternyata tidak selamanya meninggalkan kesusahan bagi yang mengalaminya. Dengan melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, kepahitan hidup selain bisa menjadi sumber inspirasi yang memberi kekayaan batin untuk berkarya, juga bisa menjadi sumber rejeki yang tiada terkira. Dan kelima personel Padi ini sudah bisa membuktikannya. Dirangkum dari berbagai sumber. Kembali | Home |
|
| Home | Profile | Galeri | Alumni | Forum Online | Email |
| Contact Web Admin : admin@smpyabakii1-clp.sch.id or http://www.ab-intermedia.com or Mobile : +6285 647 818 779 |